AIR ZAM-ZAM


Kemarin saya sudah memberikan sedikit tulisan tentang metode pengobatan menurut rasullulah, sekarang saya akan menambahkan metode pengobatan menurut rasullulah yaitu air zam-zam. Tentu telah banyak yang mengetahui tentang air zam-zam tapi tidak mengetahui tentang manfaat dan khasiat dari air zam-zam. Air zam-zam adalah salah satu air yang sangat suci dan dapat menjadi obat bagi yang meminumnya. Berikut penjelasan tentang air zam-zam.

AIR ZAM-ZAM.

Dalam sebuah hadits shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut air zam-zam,

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.”

Ditambahkan dalam riwayat Abu Daud (Ath Thoyalisiy) dengan sanad jayyid (bagus) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammengatakan,

وَشِفَاءُ سُقْمٍ

Air zam-zam adalah obat dari rasa sakit (obat penyakit).

Hadits-hadits di atas menunjukkan khasiat air zam-zam. Air tersebut bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan bisa pula menjadi obat penyakit. Air tersebut juga adalah air yang penuh keberkahan.

Termasuk sunnah adalah meminum beberapa dari air tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena di dalam air tersebut terdapat keberkahan. Air tersebut bisa menjadi makanan yang baik dan makanan yang diberkahi. Air tersebut disyari’atkan untuk dinikmati jika memang mudah didapatkan sebagaimana yang dilakukan oleh Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits-hadits tadi sekali lagi menunjukkan pada kita mengenai khasiat dan keberkahannya sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Air itu bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan obat penyakit. Dianjurkan bagi setiap mukmin menikmati air tersebut jika memang mudah memperolehnya. Air tersebut juga bisa digunakan untuk berwudhu. Air tersebut bisa digunakan untuk beristinja’ (membersihkan kotoran setelah buang air, -pen). Air tersebut juga bisa digunakan untuk mandi junub jika memang ada kebutuhan untuk menggunakannya.

Dalam hadits dikatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengeluarkan air dari sela-sela jarinya. Kemudian para sahabat mengambil air tersebut untuk keperluan mereka. Ada yang menggunakannya untuk minum, berwudhu, mencuci pakaian dan beristinja’. Ini semua riil (nyata). Air yang dikeluarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sela-sela jarinya tadi, walaupun bukan air zam-zam, namun keduanya air yang sama-sama mulia. Jika diperbolehkan berwudhu, mandi, beristinja’, dan mencuci pakaian dengan menggunakan air yang keluar dari sela-sela jari tadi, maka air zam-zam boleh diperlakukan seperti itu.

Intinya, air zam-zam adalah air yang thohur (suci dan dapat mensucikan) dan air yang thayyib (sangat baik). Kita dianjurkan untuk meminum air tersebut. Tidak mengapa jika air tersebut digunakan untuk berwudhu’, mencuci pakaian, beristinja’ jika ada kebutuhan, dan digunakan untuk hal-hal lain sebagaimana yang telah dijelaskan. Segala puji bagi Allah. –Demikian penjelasan Syaikh Ibnu Baz.

khasiat air zam-zam sebagai berikut.

Pertama, air zam-zam adalah air yang penuh keberkahan. Air zam-zam adalah sebaik-baik air di muka bumi ini. Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْمِ وَشِفَاءٌ مِنَ السُّقْمِ

Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zam-zam. Air tersebut bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan bisa sebagai obat penyakit.

Boleh mengambil keberkahan dari air tersebut karena hal ini telah diisyaratkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Dianjurkan bagi orang yang meminum air zam-zam untuk memerciki air tersebut pada kepala, wajah dan dadanya. Sedangkan ngalap berkah dari benda-benda lainnya –seperti dari keris, keringat para Kyai dan batu ajaib-, maka seperti ini adalah ngalap berkah yang tidak berdasar karena tidak ada petunjuk dari Al Qur’an dan As Sunnah sama sekali.

Kedua, air zam-zam bisa menjadi makanan yang mengenyangkan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut air zam-zam,

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.”

Ketiga, air zam-zam bisa menyembuhkan penyakit. Sampai-sampai sebagian pakar fiqih menganjurkan agar berbekal dengan air zam-zam ketika pulang dari tanah suci untuk menyembuhkan orang yang sakit. Dalilnya, dulu ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhapernah membawa pulang air zam-zam (dalam sebuah botol), lalu beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan seperti ini. Diriwayatkan dari yang lainnya, dari Abu Kuraib, terdapat tambahan,

حَمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَدَاوَى وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى الْمَرْضَى وَيَسْقِيهِمْ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membawa air zam-zam dalam botol atau tempat air. Ada orang yang tertimpa sakit, kemudian beliau menyembuhkannya dengan air zam-zam.”

Keempat, do’a bisa terkabulkan melalui keberkahan air zam-zam

Hendaklah seseorang memperbanyak do’a ketika meminum air zam-zam. Ketika meminumnya, hendaklah ia meminta pada Allah kemaslahatan dunia dan akhiratnya. Sebagaimana hal ini terdapat dalam hadits, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

Air zam-zam sesuai keinginan ketika meminumnya.” Maksudnya do’a apa saja yang diucapkan ketika meminumnya adalah do’a yang mustajab]. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ketika meminum air zam-zam, beliau berdo’a:

banyak khasiat lainnya dari air zam-zam, untuk itu jika air zam-zam itu mudah di dapat gunakanlah untuk hal yang bermanfaat seperti menyembuhkan penyakit, berwudhu, dll.

Advertisements

Sedikit tentang Saya… :)


 

Saya adalah seorang perempuan yang bernama Yuniar, dilahirkan di kepahiang, provinsi Bengkulu pada tanggal 28 Juni 1993 oleh seorang bunda yang sangat saya cintai yaitu Rosnawati dan Mempunyai Seorang ayah yang sudah pergi ke sisi sang pencipta Baharrudin Aksa(alm).

Saya anak ke-4 dari 4 saudara, memiliki 2 orang kakak laki-laki dan 1 orang kakak perempuan yang usia nya jauh  lebih tua dari pada saya bahkan mereka sudah memiliki keluarga sendiri. Tapi walaupun begitu saya sangat bersyukur memiliki saudara seperti mereka yang sangat sayang dengan saya adinya.  Sekarang Bunda berperan sebagai seorang single parents setelah ayah di panggil oleh sang illahi tapi bunda tidak pernah mengeluh itulah yujuai ang membuat saya menjadikan bunda sebagai inspirasi di dalam hidup saya. Dan saya mempunyai tujuan untuk membahagiakannya.

Sekarang saya sedang melanjutkan Sekolah saya di Universitas Padjadjaran jurusan Keperawatan, di Bandung saya adalah pendatang karena saya aslinya dari Bengkulu Berasal Dari SMA 3 Kota Bengkulu, SMP 1 Kepahiang, dan SD 01 Kepahiang. Sebagai seorang perantau saya harus berusaha untuk mandiri dan menjadi seseorang yang lebih dewasa. Sehingga dapat menjadi seorang perawat professional.

Buat yang berkunjung di Blog saya terimakasih dan semoga bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Amin.

METODE PENGOBATAN MENURUT RASULLULAH


Berobat adalah sunnah (kebiasaan) para Nabi dan orang-orang Shalih, termasuk pula  Rasulullah Muhammad SAW, bahkan beliau memerintahkan :
“Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah, karena Allah SWT tidak menciptakan penyakit melainkan juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja yaitu penyakit tua”. (HR. Abu Daud).

Banyak ragam pengobatan & penyembuhan dengan hasil yang benar-benar nyata dan dapat dirasakan, berkat penemuan dan usaha manusia. Tapi adakah yang dapat mengalahkan pengobatan cara Nabi SAW, yang perkataannya hanyalah berdasarkan wahyu, tidak diucapkan menurut dorongan nafsu?
“dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)“. (QS. An Najm : 3-4)

Ibnul Qayyim Berkata : “Pengobatan cara Nabi tidak seperti layaknya pengobatan para ahli medis. Pengobatan cara Nabi dapat diyakini dan bersifat pasti, bernuansa Illahy berasal dari wahyu dan misykat nubuwah serta kesempurnaan akal“ (Pengobatan & Penyembuhan menurut wahyu Nabi SAW hal. 60).
Pengobatan & Penyembuhan Cara Nabi SAW ada empat macam :
1.Spiritual Illahiyah, do’a dan dzikir atau dikenal dengan istilah Ruqyah Syar’iyah.2. 2.Materi Natural, yaitu obat alamiah bukan obat kimia sintetis, berupa resep-resep    nabawy, seperti : madu, zam-zam, zaitun, habbatussauda’, talbinah, kurma, jahe, bawang putih, timun, dll.
3. Bersifat Terapi, seperti : Hijamah, al kayy, pemijatan, usapan, dll.
4. Kombinasi dari ketiganya.

A.HIJAMAH (BEKAM)

1.DEFINISI BEKAM / AL HIJAMAH

Dalam bahasa Melayu, hijamah biasa disebut bekam. Di masyarakat Jawa dan lainnya disebut kop atau cantuk.Dalam Bahasa Inggris disebut blood cupping atau blood letting. Dengan bahasa yang lebih ilmiah, cakupan yang lebih luas dan dengan pendekatan medis, menyebutnya Oxidant Drainage Therapy yang disingkat ODT.

Secara terminologis dapat dipahami, bahwa hijamah adalah: Pengeluaran “darah kotor” dari dalam tubuh melalui permukaan kulit dengan melakukan penyedotan dan penyayatan pada bagian yang dimaksud.Jadi definisi Bekam / hijamah yang lebih luas ialah metode pengobatan dengan penyedotan kulit di bagian-bagian tertentu untuk mengeluarkan racun, toxin dan oxidant dalam tubuh melalui torehan tipis pada pembuluh darah perifer di kapiler pada lapisan epidermis.Al Hijamah disebut juga kop, bekam, cantuk, besungu, cupping terapi (terapi gelas), blood letting.

2.MACAM-MACAM HIJAMAH.

Hijamah ada dua macam :

1.Hijamah Jaffah (bekam kering), hijamah hanya berupa cupping (penyedotan),yang prinsipkerjanya mengeluarkan angin dari tubuh.

Bekam Kering dibagi 3  macam :

a. Bekam tarik (Flash Cupping)

Yaitu metode bekam dengan cara tarik lepas secara cepat pada bagian kulit yang sukar dibekam, atau apabila dibekam gelas cenderung jatuh. Area ini biasanya di sekitar wajah dan dahi.

b. Bekam luncur (Sliding Cupping)

Yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Metode ini serupa dengan Guasha (cina), scrapping (inggris) atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tidak merusak pori-pori sebagaimana kerokan.

c. Bekam magnit

2. Hijamah Damawiyyah (bekam basah), hijamah dengan cara mengeluarkan darah dari kulit yang sudah dicupping (disedot) sebelumnya. Rasulullah hanya mengenal cara yang kedua dan tidak mengenal cara pertama, dan cara mengeluarkan darah ialah dengan Syarthoh (sayatan).

3.BEBERAPA HADITS TENTANG BEKAM / AL HIJAMAH
1. Termuat di dalam Shahih Al-Bukhari, dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW; beliau bersabda: “Kesembuhan itu ada dalam tiga hal: sayatan hijamah (bekam), minum madu, dan sundutan dengan api. Tetapi aku melarang ummatku melakukan sundutan” .

2. “Sesungguhnya cara pengobatan kalian yang paling ideal adalah hijamah dan menggunakan al qusthul bahri”. (Muttafaq alaihi).

3. Termuat dalam Sunan Ibnu Majah, dari Katsir Ibnu Salim, dia berkata: Aku mendengar Anas Ibnu Malik mengatakan: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Aku tidak melewati malaikat pada malam Isro’ Mi’roj, kecuali mereka mengatakan: “Wahai Muhammad, perintahkanlah kepada ummatmu untuk berbekam” .

4.“Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah hijamah”. (HR. Ibnu Majah & At Tirmidzi).

4.WAKTU UTAMA MELAKUKAN BEKAM / AL HIJAMAH
Waktu yang paling ideal untuk melakukan hijamah adalah :

  • Siklus jam-an : rentang ± 2 jam sesudah makan
  • Siklus harian : antara jam 8.00 – 10.00 atau jam 13.00 – 15.00
  • SIklus mingguan : Senin, Selasa dan Kamis.
  • Siklus Bulanan : setiap tanggal 17, 19, 21 dari bulan Qomariyah.
  • Tahunan : Bulan Sya’ban, untuk pengobatan preventif agar dibulan Ramadhan tubuh bugar dan dapat menyelesaikan berbagai aktifitas ibadah dengan sempurna di bulan yang penuh berkah.

Rasulullah SAW bersabda: “Hijamah sebelum makan pagi adalah paling ideal. Hijamah itu dapat menambah kecerdasan akal, menambah kekuatan hafalan orang-orang yang menghafal, siapa yang hendak melakukan pengobatan dengan hjamah, hendaklah dia melakukannya pada hari Kamis, atas nama Allah, Hindarilah hijamah pada hari Jum’at, hari Sabtu dan hari Ahad. Lakukanlah hijamah pada hari Senin dan Selasa. Hindari hijamah pada hari Rabu, karena itu merupakan hari ketika Ayyub di timpa bala’. Penyakit lepra dan kusta tidak muncul melainkan pada hari rabu atau malam rabu”. (Shahih Sunan Ibnu Majah, Al AlBany, 2/261).

Termuat di dalam Atsar bahwa berbekam yang dilaksanakan pada waktu perut kosong (rentang ± 3 jam sesudah makan) merupakan pengobatan, pada waktu perut kenyang merupakan penyakit.
Pengarang Al-Qanun, Ibnu Sina berkata: “Dianjurkan untuk tidak berbekam pada awal bulan, karena darah belum bergerak dan bergejolak. Juga tidak diakhir bulan karena darah telah berkurang. Melainkan pada pertengahan bulan di mana darah benar-benar telah bergejolak dan banyak karena banyaknya sinar rembulan”.

Wanita yang akan melakukan bekam juga mempunyai naturan yaitu wanita tersebut harus di bekam oleh laki-laki yang menjadi muhrimnya atau oleh seorang perempuan yang ahli bekam.

5.PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DENGAN BEKAM / AL HIJAMAH
Insya Allah semua penyakit dapat disembuhkan dengan hijamah, sesuai dengan pernyataan Nabi SAW, hijamah merupakan cara pengobatan & penyembuhan yang paling ideal. Menurut kajian medis modern hijamah dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, karena sel-sel darah putih tidak ikut keluar dari tubuh dan hanya sel-sel darah merah yang keluar. Adapun beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan hijamah berdasarkan penelitian ilmiah dan praktik langsung, yaitu :

1. Sakit kepala

2. Masuk angin

3. Migraine

4. Lumpuh setengah badan (hemiplegia)

5. Pendarahan pada otak

6. Encok (sciatica)

7. Sakit gigi, telinga, mata, hidung

8. Varices

9. Reumatik

10. Sakit tulang punggung

11. Wasir

12. Elephantiasis (kaki gajah)

13. Haid tidak teratur

14. Tumor

15. Sakit tenggorokkan

16. Sesak napas

17. Alergi; gatal-gatal, asma, bronchitis

18. Benjol-benjol di lengan

19. Dada berdebar-debar

20. Buang air kecil tanpa terkontrol,dll.

6.MANFAAT HIJAMAH (BEKAM)

Ada banyak manfaat bekam, antara lain:

– Melancarkan peredaran darah, meringankan badan.

– Mengobati masuk angin, darah tinggi, kolesterol, stroke, jantung, asam urat, sakit pinggang, liver, gatal-gatal, migrain, sakit kepala, sakit mata, impotensi, sinusitis, jerawat, ambeiyen, maag.

– Insomnia, stress, sering mimpi buruk, sering kesurupan, Trauma, rasa takut yang berlebihan, narkoba, kurang gairah.

– Mengeluarkan toksid, angin dan kolesterol berbahaya dalam tubuh.

– Memulihkan fungsi tubuh.

– Menajamkan penglihatan.

– Meningkatkan daya ingat dan kecerdasan.

– Memperbaiki sistem imunitas.

7.BEBERAPA HAL YANG PERLU DI PERHATIKAN KETIKA MELAKUKAN HIJAMAH.

sebelum melaksanakan bekam ada beberapa hal yang perlu di perhatikan antrara lain

A. Jangan Melakukan Hijamah di Tempat :

1. Terbuka, seperti di halaman, di pinggir jalan.

2. Yang banyak debunya

3. Terlalu kuat hembusan angingnya: Jangan nyalakan kipas angin, blower AC
B. Alat-alat Hijamah harus Digunakan Untuk Satu Orang :

1. Pisau Penyayat, bisturi, surgical blade

2. Jarum (blood lancets)

3. Handglove (sarung tangan)

4. Kasa & Tisue
C. Cup (Gelas) dan Alat Hijamah Tidak Boleh di Gunakan untuk Orang lain :
1. Penyakit Kelamin : HIV, AIDS, Herpes Genitalis, Gonorhea, dll

2. Hepatitis

3. Kecanduan Narkoba

4. Herpes

5. Pernah transfusi darah.

D. Bersihkan Cup (gelas) dengan:

1. Hidrogen peroxide (H2O2) / Perhidrol 3%.2. Rendam dengan larutan Natrium Hipochlorida (NaOCl) 5,25% dengan perbandingan : 1ml  NaOCl : 9 ml H2O.3. Air mengalir
4. Alkohol 70%

E. Awas,jangan Pergunakan :

1. Silet sebagi alat penyayat.

2. Pisau biasa tanpa proses sterilisasi.

3. Tisue sebagai perbersih darah.

4. Kapas kecantikan sebagai pembersih darah.

5.Kain biasa, kaos, meskipun baru.

6. Jangan pula buang darah, kapas, kasa, tisu, jarum, bisturi dan kasa serta sampah hijamah di tempat sampah, tapi bakarlah.

B.TERAPI HERBA

1.DEFINISI TERAPI HERBA

Terapi herba, ialah terapi dengan tumbuh-tumbuhan yang mengandung obat hal ini diambil dari sabdanya “Bi Syarbati ‘Asalin” (minum madu). Karena sekurang-kurangnya seekor lebah hinggap di 144 macam tumbuh-tumbuhan, bisa kita bayangkan berapa ribu sari herba yang kita minum dalam tiap sendok madu. Kemudian oleh para tabib-tabib terdahulu diurailah herba-herba ini menjadi lebih spesifik untuk proses dan dosis yang tepat dalam mengobati penyakit. Maka wajar bila lambang apotik Islam berlambangkan herba.

2.KELEBIHAN TERAPI HERBA

  • probiotik (tidak anti biotik)
  • meningkatkan imunitas tubuh
  • kecilnya terjadi efek samping
  • mengandung nutrisi makanan, vitamin dan mineral organic
  • serta mengobati kesumber sakit
  • causa (penyebab) penyakit dan tidak hanya mengobati satu macam penyakit

3.TUMBUHAN YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK TERAPI HERBA

  • tempuyung/jombang atau lalakina
  • galigug
  • lempung
  • rayana
  • lampuyang (Sonchus arvensis L)
  • kumis kucing
  • jahe
  • lidah buaya
  • daun jambu biji
  • sirih,kayu manis,dll.

4.PENYAKIT YANG BISA DISEMBUHKAN DENGAN TERAPI HERBA

  • batu saluran kencing
  • batu empedu
  • radang usus buntu (apendisitis)
  • disentri
  • wasir
  • beser mani (spermatorea)
  • pendengaran berkurang (tuli)
  • diare
  • Memar,dll.

Di Barat, ketika seorang ikhwan kembali dari Jerman, beliau mengungkapkan bahwa kedudukan terapi herba lebih banyak diminati dibanding obat-obatan konvensional. Sejak 25 tahun yang lalu Barat menggembor-gemborkan Back to Nature (Kembali ke Alam) namun karena tidak diiringi dengan aqidah maka tak jarang dihinggapi penyakit “TBC”, Takhayul, Bid’ah dan Syirik. Nabi kita 14 abad yang telah lalu telah mengungkapkannya.
“Sebaik-baiknya pengobatan kalian adalah berbekam dan kayu manis ”

C.MADU.

1.DEFINISI DAH SURAT SERTA HADIST TENTANG MADU.

Madu merupakan cairan manis yang dibuat menggunakan bahan baku berupa nektar dari bunga atau bagian tanaman dan diproses secara alami oleh lebah disarangnya. Nektar adalah cairan manis kaya dengan gula yang diproduksi bunga dari tumbuh-tumbuhan sewaktu mekar untuk menarik kedatangan hewan penyerbuk seperti serangga. Madu disimpan dalam sel-sel untuk memberi makan koloni lebah di musim dingin. Dalam masa hidupnya, seekor lebah pekerja mengumpulkan cukup banyak nektar untuk menghasilkan kira-kira tujuh gram madu.Madu memang bukan obat sembarangan. Selain telah dikonsumsi semenjak berabad-abad yang lalu, madu aman dikonsumsi, juga lezat untuk dinikmati serta terjangkau harganya. Namun hal yang terpenting adalah, madu adalah satu-satunya obat berbahan alami yang khasiatnya secara eksplisit diakui oleh Allah swt., Dzat yang menurunkan penyakit dan yang memberikan kesembuhan, sebagaimana firman-Nya  dalam surat An-Nahl (Lebah) ayat ke 68 s.d. 69,

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. “

Rasulullah pimpinan umat, Muhammad saw., juga menganjurkan pengobatan menggunakan madu. Sabda Rasulullah saw. yang mengungkapkan madu sebagai obat adalah sebagai berikut: Dari Ibnu Abbas R.A. dari Rasulullah S.A.W. : ”Apabila pada sebagian obat yang kalian gunakan terkandung kebaikan, maka kebaikan itu terdapat pada meminum madu,sayatan dengan alat bekam, atau dengan menyudutkan besi panas (pada bagian tubuh yang terkena penyakit). Tetapi aku tidak suka berobat dengan dengan besi panas itu,” (H.R. Shahih Bukhari). Bahkan Rasulullah saw. juga menyandingkan madu dengan Al-Qur’an, mu’jizat beliau, dalam sabdanya, “Hendaklah kalian menggunakan dua penawar, yakni madu dan Al-Qur’an,” (H.R. Ibnu Majah).

2.KHASIAT MADU

Beberapa penemuan imiah mengenai khasiat madu diantaranya adalah:

1.      Kaya bahan antioksidan yang menghalangi radikal bebas yang menyebabkan kanser.

2.      Sebagai sumber energi terbaik bagi tubuh, seperti meningkatkan kekuatan otot dan stamina tubuh.

3.      Pembunuh kuman jenis bakteria, fungi dan protozoa.

4.      Mampu menyembuh ulser dan luka dengan lebih cepat dan sangat baik.

5.      Dapat merawat penyakit mata.

6.      Mampu menjadi antibiotik yang lebih baik.

3.KANDUNGAN DIDALAM MADU

Kandungan di dalam medu antara lain:

  • Madu yang bagus memiliki kalori kurang lebih 3.280 kal/kg.
  • Madu memiliki asetilkolin berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi tekanan darah.
  • Madu juga mengandung antioksidan fenolat dalam madu memiliki daya aktif tinggi serta bisa meningkatkan perlawanan tubuh terhadap tekanan oksidasi (oxidative stress).
  • kandungan gulanya yang tinggi (fruktosa 41,0 %; glukosa 35 %; sukrosa 1,9 %)
  • Kompenen tambahan didalam madu: sari dan berbagai enzim pencernaan.
  • Disamping itu madu juga mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B2, mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, juga garam iodine bahkan radium. antibiotik dan berbagai asam organik seperti asam malat, tartarat, sitrat, laklat, dan oksalat.

4.MANFAAT MADU

1.      sebagai pencegah kanker dan salah satu terapi untuk mengobati kanker untuk mencegah serta sebagai alternative terapi pengobatan bagi kanker.Terapi kanker menggunakan madu sangat menguntungkan, karena selain terbukti efektif,

5.KEUNIKAN MADU

  • Mudah dicerna
  • rendah kalori
  • berdifusi lebih cepat melalui darah
  • tidak mengandung bakteri.
  • madu mudah ditemukan,
  • lezat untuk dikonsumsi
  • juga terjangkau harganya oleh sebagian besar kalangan masyarakat.

Para ilmuwan juga telah menyepakati bahwa penyakit kanker tidak pernah diderita oleh para peternak madu. Sebagian ilmuwan ada yang cenderung untuk meyakini bahwa daya tahan terhadap kanker yang dimiliki oelh para peternak ini muncul dari bisa lebah yang masuk ke dalam darah selama beberapa kali, karena para peternak madu tentu sangat sering disengat lebah ketika sedang melaksanakan pekerjaan mereka. Sementara ahli lainnya lebih cenderung untuk meyakini bahwa mereka mengkonsumsi madu yang mengandung royal jelly yang meski hanya dalam jumlah sedikit, namun memiliki khasiat yang menakjubkan, dan ditambah lagi dengan kandungan madu berupa serbuk sari (bee pollen).

D.JINTEN HITAM

1.DEFINISI DAN SEJARAH PENGGUNAAN JINTEN HITAM.

Jintan hitam (Nigella sativa Linn.) atau Habbatussauda adalah rempah-rempah yang dapat pula digunakan sebagai tanaman obat. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Jenis tanaman ini telah disebut-sebut sebagai tanaman obat dalam perkembangan awal agama Islam.
Jinten hitam/Habbatussauda banyak dikenal dengan berbagai nama, diantaranya black seed, black caraway, black seed, natura seed, jintan hitam, black cumin, nigella sativa, kaluduru, dll. Digunakan sebagai herbal pengobatan sejak 2000-3000 tahun sebelum Masehi dan tercatat dalam banyak literatur kuno mengenai ahli pengobatan terdahulu seperti Ibnu Sina (980 – 1037 M), dan Al-Biruni (973-1048 M), Al-Antiki, Ibnu Qayyim dan Al-Baghdadi. Ibnu Sina adalah peneliti jenius dari Timur Tengah di bidang pengobatan yang namanya tercatat di semua buku sejarah pengobatan timur maupun barat, hidup antara 980 – 1037 M, telah meneliti berbagai manfaat Habbatussauda untuk kesehatan dan pengobatan. Ahli pengobatan Yunani kuno, Dioscoredes, pada abad pertama Masehi juga telah mencatat manfaat habbatussauda untuk mengobati sakit kepala dan saluran pernafasan.

Abu Hurairah pernah mendengar Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Pada Habbatussauda ada obat bagi segala jenis penyakit kecuali Al-Sam, yaitu maut” . Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Termidzi, dan Ahmad.

2.MANFAAT HABBATUSSAUDA/JINTEN HITAM

  • Menguatkan sistem kekebalan

Jinten Hitam (Habbatussauda) dapat meningkatkan jumlah se-sel T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Evektifitasnya hingga 72 % jika dibandingkan dengan plasebo hanya 7 %. Dengan demikian mengkonsumsikan Habbatussauda’ dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Pada tahun 1993, Dr Basil Ali dan koleganya dari Collge of Medicine di Universitas King Faisal, mempublikasikan dalam jurnal Pharmasetik Saudi. Keampuhan extract Habbatussauda diakui Profesor G Reimuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat digunakan sebagai bioregulator. Dengan demikian Habbatussauda dapat dijadikan untuk  penyakit yang menyerang kekebalantubuh seperti kanker dan AIDS.

  • Meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan Kewaspadaan

Dengan kandungan asam linoleat (omega 6 dan asam linoleat (Omega 3), Habbatusssauda merupakan nutrisi bagi sel otak berguna untuk meningkatkan daya ingat dan kecerdasan, Habbatussauda juga memperbaiki mikro (peredarandarah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia.

  • Meningkatkan Bioaktifitas Hormon

Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endoktrin, yang masuk dalam peredaran darah. Salah satu kandungan habbatussauda adalah sterol yang berfungsi sintesa dan bioaktivitas hormon.

  • Menetralkan Racun dalam Tubuh

Racun dapat menganggu metabolisma dan menurunkan fungsi organ penting seperti hati, paru-paru dan otak. Gejala ringan seperti keracunan dapat berupa diare, pusing, gangguan pernafasan dan menurunkan daya konsentrasi. Habbatussauda’ mengandung saponin yang dapat menetralkan dan membersihkan racun dalam tubuh.

  • Mengatasi gangguan Tidur dan Stress

Saponin yang terdapat didalam habbatussauda memiliki fungsi seperti kortikosteroid yang dapat mempengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta mempengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh dan syaraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, dan dapat menghilangkan stress.

  • Anti Histamin

Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang memberikan reaksi alergi seperti pada asma bronchial. Minyak yang dibuat dan Habbatussauda dapat mengisolasi ditymoquinone, minyak ini sering disebut nigellone yang berasal dari volatile nigella. Pemberian minyak ini berdampak positif terhadap penderita asma bronchial. enelitian yang dilakukan oleh Nirmal Chakravaty MD tahun 1993 membuktikan kristal dari niggelone memberikan efek suppressive. Kristal-kristal ini dapat menghambat protemkinase C, sebuah zat yang memicu pelepasan histamin.

  • Memperbaiki saluran pencernaan dan anti bakteri

Habbatussauda’ mengandung minyak atsiri dan volatif yang telah diketahui manfaatnya untuk memperbaiki pencernaan. Secara tradisional minyak atsiri digunakan untuk obat diare. Tahun 1992, jurnal Farmasi Pakistan memuat hasil penelitian yang membuktikan minyak volatile lebih ampun membunuh strainbakteri V Colera dan E Coli dibandingkan dengan antibiotik seperti Ampicillin dan Tetracillin.

  • Melancarkan Air Susu Ibu

Kombinasi bagian lemak tidak jenuh dan struktur hormonal yang terdapat dalam minyak habbatussauda dapat melancarkan air susu ibu. Penelitian ini kemudian di publikasikan dalam literature penelitian di Universitas Potchestroom tahun 1989.

E.KURMA.

1.DEFINISI KURMA.

Kurma adalah jenis buah-buahan yang mengandung nilai gizi yang tinggi dan berguna dalam hal pengobatan penyakit. Menggunakan tujuh buah kurma mempunyai makna spirituil dan materil yang sangat penting. Allah telah menciptakan tujuh lapis langit, tujuh lapis bumi, tujuh hari dalam seminggu, dan membuat makhluk (manusia) melalui tujuh tahapan. Juga, Allah membuat Tawaf tujuh putaran dan Sa’i juga tujuh balikan antara Safa dan Marwa. Juga Jamarat dilakukan dengan masing-masing melemparkan tujuh buah batu kerikil dan takbir pada shalat Ied dilakukan tujuh kali. Sebagai tamzat, Nabi saw. Mengatakan tentang anak-anak kecil,”Perintahkanlah anak-anak untuk shalat ketika mencapai tujuh tahun.”

Kurma itu hangat pada tahap kedua dan kering di tingkat pertama. Kurma itu merupakan makanan sehat, terutama sekali bagi mereka yang makanan hariannya mengandung kurma, seperti orang-orang madinah. Kurma adalah kenis makanan paling baik bagi penduduk dari negeri-negeri panas dan agak panas, lebih-lebih lagi bagi penduduk dari daerah dingin yang pada dasarnya mempunyai temperatur tinggi. Sementara yang tinggal di daerah panas mempunyai temperatur lebih dingin.

bu Dawud meriwayatkan bahwa Sa’ad mengatakan : ”Pada suatu waktu, saya terserang penyakit dan Rasulullah saw. Datang menjengukku lalu  meletakan tangan beliau di tengah-tengah dadaku, sampai jantungku terasa dingin. Beliau lalu bersabda: ”Engkau mengeluhkan jantungmu, cobalah datangi Abu Kaladah dari suku Thaqif, karena dia mengetahui tentang obat. Biarkan dia mengambil tujuh buah kurma dari Madinah, gilinglah dengan biji-bijinya kemudian pergunakan itu untuk obatmu.”

Insya Allah dengan mengkonsumsi buah kurma ini kita akan mendapatkan kesehatan dan jauh dari gangguan penyakit (jantung dan sihir) dan selain daripada itu kita telah mencoba untuk mengikuti apa yang di contohkan oleh Rasul dan para sahabat, karena kita mengetahui bahwa Rasulullah orang yang pandai menjaga kesehatan dengan salah satu buah kesukaannya yaitu kurma. (Pengobatan Menurut Petunjuk Nabi;Ibnu Qoyyim)

F.MINYAK ZAITUN

1.DEFINISI MINYAK ZAITUN

Sejak zaman dulu, masyarakat sering mengaitkan minyak zaitun untuk kecantikan. Pendapat itu tidak salah. Meski sebenarnya, seperti kata Dr Ir Alsuhendra MSci, pakar biokimia pangan dan gizi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), manfaat lain minyak yang diolah dari biji zaitun ini tak kalah besarnya.Zaitun termasuk jenis Olea europaea dari keluarga Oleaceae. Sejak ribuan tahun silam masyarakat di sekitar Laut Tengah dan Timur Tengah telah merasakan manfaatnya. Dalam bentuk buah, zaitun muda yang berwarna hijau kekuningan kerap disantap begitu saja atau sebagai penambah rasa. Sementara zaitun yang matang dengan warna hitam kerap diacar maupun diperas untuk diambil minyaknya.

Setiap buah zaitun yang matang mengandung 80 persen air, 15 persen minyak, satu persen protein, satu persen karbohidrat, dan serat satu persen. Untuk menghasilkan buah dan berproduksi secara penuh, pohon zaitun harus berumur 15-20 tahun.Selama ini penduduk Timur Tengah mengandalkan zaitun sebagai sumber minyak nabati. Minyak inilah yang menciptakan rasa khas pada hidangan mereka. Jika diolah menjadi minyak maka kandungan asam lemak yang dimiliknya antara lain asam oleat atau omega 9 (79%), asam palmitrat atau asam lemak jenuh (11%), asam linoleat atau omega 6 (7%), asam stearat (2%), dan lain-lain sebesar 1%.

Dengan sifat ini maka jika dioleskan ke kulit maka kulit akan terlindungi dari sinar matahari dan tidak akan terpicu menjadi kanker atau tumor. Jika dikonsumsi manfaat zaitun erat dengan kandungan omega 9. Omega 9, jelasnya, mampu menekan low density lipoprotein (LDL) atau yang akrab dikenal dengan kolesterol jahat dalam tubuh dan menaikkan kadar high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik, penambah gizi.

G.RUQYAH.

1.DEFINISI RUQYAH

Makna ruqyah secara terminologi adalah al-‘udzah (sebuah perlindungan) yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, seperti panas karena disengat binatang, kesurupan, dan yang lainnya. (Lihat An-Nihayah fi Gharibil Hadits karya Ibnul Atsir rahimahullahu 3/254). Secara terminologi, ruqyah terkadang disebut pula dengan ‘azimah, yang dimaksud ‘azimah-‘azimah adalah ruqyah-ruqyah. Sedangkan ruqyah yaitu ayat-ayat Al-Qur`an yang dibacakan terhadap orang-orang yang terkena berbagai penyakit dengan mengharap kesembuhan.Adapun makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencegah atau mengangkat bala/penyakit. Terkadang doa atau bacaan itu disertai dengan sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang meruqyah atau yang diruqyah.

2.SYARAT-SYARAT RUQYAH.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata: “Para ulama telah bersepakat tentang bolehnya ruqyah ketika terpenuhi tiga syarat:

  1. Menggunakan Kalamullah atau nama-nama dan sifat-Nya.
  2. Menggunakan lisan (bahasa) Arab atau yang selainnya, selama maknanya diketahui.
  3. Meyakini bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, namun dengan sebab Dzat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3.SIFAT-SIFAT PENGRUQYAH DAN PASIENNYA.

  1. Ikhlas kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap ucapan dan perbuatannya.
  2. Memiliki ilmu syar’i tentang ruqyahnya.
  3. Bertujuan untuk memberi kemanfaatan kepada orang lain.
  4. Membuat orang yang diruqyah hanya bergantung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  5. Khusyu’, tunduk, dan merendahkan diri hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  6. Menghindarkan diri dari celah-celah dosa dan fitnah.

Adapun orang yang diruqyah hendaknya memiliki kriteria sebagai berikut:

1.      Memperbesar harapannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam meminta pertolongan dan perlindungan.

2.      Meninggalkan rasa was-was.

3.      Mempelajari wirid, bacaan, dan doa-doa yang disyariatkan.

4.TATA CARA MENGRUQYAH.

Perkara lain yang demikian serius untuk diperhatikan oleh seorang peruqyah adalah tidak melakukan tatacara ruqyah yang tidak diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena ruqyah adalah amal yang disyariatkan, maka hendaknya sesuai dengan ajaran yang mengemban syariat. Berikut ini beberapa tatacara ruqyah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

1. Meniup dengan air ludah yang sangat sedikit, bukan meludah.

Inilah yang disebut dengan an-nafats. Sedangkan di atasnya adalah at-tafal, dan di atasnya adalah al-buzaq, yang disebut dalam bahasa kita dengan meludah. Yang disyariatkan ketika meruqyah adalah melakukan an-nafats dan at-tafal. Tatacara ini telah dijelaskan dalam hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Hadits ini menunjukkan bolehnya melakukan an-nafats dan at-tafal dalam meruqyah. Ini adalah pendapat sekumpulan shahabat dan jumhur para ulama.Adapun waktu pelaksanaannya, boleh dilakukan sebelum membaca ruqyah, sesudahnya, atau bersamaan. Hal ini ditunjukkan oleh hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang sebagiannya diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, sedangkan yang lain hanya diriwayatkan oleh Al-Bukhari saja dan hadits Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
2. Meruqyah tanpa an-nafats dan at-tafal.

Hal ini ditunjukkan oleh hadits Anas bin Malik yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari sebagaimana telah disebutkan di atas. Demikian pula ruqyah yang dilakukan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu dan diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim.

3. Meniup dengan air ludah yang sangat sedikit (an-nafats) pada jari telunjuk, lalu meletakkannya di tanah kemudian mengusapkannya pada tempat yang sakit ketika melakukan ruqyah.

Hal ini ditunjukkan oleh hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang diriwayatkan Al-Imam Muslim.

4. Mengusap dengan tangan kanan pada tubuh setelah membaca ruqyah atau pada tempat yang sakit sebelum membaca ruqyah.

Hal ini ditunjukkan oleh hadits ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dan hadits ‘Utsman bin Abil ‘Ash yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim.

5. Menyediakan air dalam sebuah bejana lalu membacakan ruqyah yang disyariatkan padanya, dan meniupkan padanya sedikit air ludah. Kemudian dimandikan atau diminumkan kepada orang yang sakit, atau diusapkan ke tempat yang sakit.

Ini berdasarkan hadits ‘Ali radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (no. 548) dan hadits Tsabit bin Qais bin Syammas radhiallahu ‘anhu yang dikeluarkan oleh Abu Dawud, An-Nasa`i serta yang lainnya, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (no. 1526). Hal ini juga dikuatkan oleh beberapa atsar sebagaimana dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah dan Mushannaf Abdur Razaq.

6. Menuliskan ayat-ayat Al-Qur`an pada selembar daun, atau yang sejenisnya, atau pada sebuah bejana lalu dihapus dengan air, kemudian air itu diminum atau dimandikan kepada orang yang sakit.

Cara ini diperselisihkan hukumnya di kalangan para ulama. Di antara yang membolehkannya adalah Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Abu Qilabah, Ahmad bin Hanbal, Al-Qadhi ‘Iyadh, Ibnu Taimiyyah, dan Ibnul Qayyim. Sedangkan yang memakruhkannya adalah Ibrahim An-Nakha’i, Ibnu Sirin, dan Ibnul ‘Arabi rahimahumullah. Al-Lajnah Ad-Da`imah sebagai tim fatwa negara Saudi Arabia pernah ditanya tentang hal ini. Mereka menjawab bahwa hal ini tidak datang dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Khulafa` Ar-Rasyidun, dan para shahabat yang lainnya. Adapun yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas tidaklah shahih. Selanjutnya mereka menyebutkan nama-nama ulama yang membolehkan sebagaimana yang tadi telah kami singgung. Kemudian mereka berkata: “Bagaimana pun juga bahwa amalan yang seperti ini tidaklah dianggap syirik.”

Referensi:

http://www.pernikmuslim.com

http://www.thibbunnabawi.wordpress.com

http://www.hidupsehatalami.multiply.com

http://www.mugibarokah.com

http://www.kesehatan.myhendra.web.id

Metode Pengobatan Menurut Rasulllah


Berobat adalah sunnah (kebiasaan) para Nabi dan orang-orang Shalih, termasuk pula Rasulullah Muhammad SAW, bahkan beliau memerintahkan :
“Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah, karena Allah SWT tidak menciptakan penyakit melainkan juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja yaitu penyakit tua”. (HR. Abu Daud).

“Setiap penyakit ada obatnya, jika suatu obat tepat untuk suatu penyakit maka dengan seijin Allah penyakit itu akan sembuh“ (HR. Muslim)

Dan tatkala Nabi Ibrahim jatuh sakit beliau berkata :
“Dan apabila akau sakit Dialah (Allah SWT) yang menyembuhkan aku”. (QS. Asy-Syu’ara : 80).

Banyak ragam pengobatan & penyembuhan dengan hasil yang benar-benar nyata dan dapat dirasakan, berkat penemuan dan usaha manusia. Tapi adakah yang dapat mengalahkan pengobatan cara Nabi SAW, yang perkataannya hanyalah berdasarkan wahyu, tidak diucapkan menurut dorongan nafsu?

“dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)“. (QS. An Najm : 3-4)

Ibnul Qayyim Berkata : “Pengobatan cara Nabi tidak seperti layaknya pengobatan para ahli medis. Pengobatan cara Nabi dapat diyakini dan bersifat pasti, bernuansa Illahy berasal dari wahyu dan misykat nubuwah serta kesempurnaan akal“ (Pengobatan & Penyembuhan menurut wahyu Nabi SAW hal. 60).

Pengobatan & Penyembuhan Cara Nabi SAW ada empat macam :
1. Spiritual Illahiyah, do’a dan dzikir atau dikenal dengan istilah Ruqyah Syar’iyah.
2. Materi Natural, yaitu obat alamiah bukan obat kimia sintetis, berupa resep-resep nabawy, seperti : madu, zam-zam, zaitun, habbatussauda’, talbinah, kurma, jahe, bawang putih, timun, dll.
3. Bersifat Terapi, seperti : Hijamah, al kayy, pemijatan, usapan, dll.
4. Kombinasi dari ketiganya.


Hello world!


Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!